Pendidikan Pemuda Bela Negara KNPI Ketapang Peringati Hari Sumpah Pemuda 2025
Ketapang, 2 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Ketapang menggelar kegiatan bertajuk “Pendidikan Pemuda Bela Negara” di aula Pendopo Bupati Ketapang. Acara tersebut menghadirkan narasumber dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), salah satunya Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, H. Achmad Sholeh, ST., M.Sos.
Dalam sesi diskusi yang diisi oleh Ketua DPRD dengan tema “Peran Pemuda dalam Bela Negara melalui Keaktifan dalam Proses Legislasi dan Demokrasi untuk Pembangunan Daerah.”
Ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi kepemudaan, mahasiswa, hadir dengan antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat.
Dalam pemaparannya, H. Achmad Sholeh menegaskan bahwa pemuda adalah pelaku utama pembangunan dan agen perubahan dalam setiap kemajuan bangsa. Ia mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Pemuda adalah pelaku utama pembangunan hari ini. Kita harus mampu menjadi agen perubahan untuk kebaikan dan kemajuan daerah,” tegas Ketua DPRD Ketapang.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan pemuda. Karena itu, semangat bela negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata — seperti aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, serta mengawal kebijakan publik secara konstruktif.
Menanggapi pertanyaan peserta seputar maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, H. Achmad Sholeh menilai bahwa masalah tersebut tidak hanya disebabkan lemahnya penegakan hukum, tetapi juga karena minimnya peran keluarga dalam pengawasan anak.
Ia menekankan perlunya edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba secara berkelanjutan, melibatkan pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan terutama orang tua sebagai benteng pertama pendidikan moral anak-anak.
Dalam sesi berikutnya, Ketua DPRD juga menyinggung isu korupsi dan ketimpangan pembangunan di sektor pendidikan. Ia menyebut bahwa tindakan korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencerminkan kegagalan moral.
“Korupsi itu bukan hanya soal hukum, tapi soal kebiasaan dan gaya hidup. Pemerintah sebenarnya berniat baik membangun sekolah-sekolah, termasuk SMK di Ketapang, tapi pelaksanaan di lapangan harus diawasi bersama,” jelasnya.
Ia mengajak para pemuda untuk aktif berperan dalam pengawasan publik terhadap pembangunan daerah. “Pemuda bisa ikut mengawasi proyek-proyek pemerintah, tentu dengan cara yang benar dan sesuai aturan,” ujarnya.
Saat menjawab pertanyaan tentang strategi berpolitik, Achmad Sholeh memberikan pesan inspiratif bahwa politik yang baik tidak selalu harus dimulai dari modal besar, melainkan dari kedekatan dan kepedulian kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya gotong royong dan silaturahmi sebagai kunci sukses dalam setiap bidang kehidupan — baik di dunia politik, usaha, maupun pendidikan.
Dalam kesempatan itu, H. Achmad Sholeh juga membuka ruang komunikasi bagi para pemuda untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi langsung ke DPRD Ketapang.
“Kalau ada permasalahan di lapangan, silakan untuk audiensi. Asal ada pemberitahuan sebelumnya, saya siap menerima dan mendengarkan langsung aspirasi kalian,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Ia berharap para pemuda tidak hanya kritis dalam menyampaikan ide, tetapi juga aktif dalam mencari solusi terhadap berbagai tantangan sosial yang dihadapi daerah.
Menutup materinya, Ketua DPRD Ketapang berpesan agar para pemuda terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan tidak berhenti berdoa serta berusaha dalam mencapai cita-cita.
“Saya doakan semoga adik-adik di sini bisa sukses dan sesuai harapannya. Sepuluh tahun ke depan, saya berharap ada di antara kalian yang bisa menggantikan saya duduk di DPRD, bahkan di kursi yang lebih tinggi di Jakarta,” ucapnya penuh semangat.
Kegiatan Pendidikan Pemuda Bela Negara ini menjadi wadah penting bagi generasi muda Ketapang untuk memperdalam pemahaman tentang nilai kebangsaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial — sekaligus memperkuat sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Humas DPRD Ketapang