KETAPANG,Minggu 28 Juni 2026 – Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, H. Achmad Sholeh, S.T., M.Sos., menghadiri Pengajian Umum dan Haul Akbar Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah yang digelar di Pondok Pesantren Al Ghufron, Jalan Gatot Subroto, Ketapang.
Kehadiran pimpinan DPRD tersebut menjadi wujud dukungan terhadap penguatan syiar Islam, pelestarian tradisi keagamaan, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat.
Jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Ketapang memadati lokasi kegiatan yang berlangsung dengan khidmat. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si. mewakili Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua MUI Kabupaten Ketapang KH. Faisol Ma’sum, para habaib, ulama, pimpinan pondok pesantren, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ketapang, pimpinan majelis taklim, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta para santri.
Pengajian umum menghadirkan Dr. K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, yang juga menjabat sebagai Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipimpin KH. Faisol Ma’ruf, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Nia Ramadhani. Suasana semakin khusyuk ketika panitia membacakan manaqib yang mengisahkan perjalanan dan perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketapang, sebagai bentuk penghormatan kepada para mursyid yang telah berjasa menyebarkan syiar Islam dan membina umat.
Ketua Panitia, Dr. KH. Abdullah Al-Faqir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dr. K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy beserta rombongan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, seraya berharap haul akbar tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, sambutan Bupati Ketapang yang dibacakan Sekretaris Daerah Repalianto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam, serta organisasi keagamaan. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan santunan kepada santri yatim piatu. Bantuan yang merupakan program kepedulian sosial Bupati Ketapang Alexander Wilyo itu disalurkan melalui kerja sama dengan LAZISNU Kabupaten Ketapang.
Santunan diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPRD Kabupaten Ketapang H. Achmad Sholeh, S.T., M.Sos., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang serta Sekretaris DPRD Kabupaten Ketapang. Penyaluran bantuan tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan Nahdlatul Ulama dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim piatu sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan mereka di lingkungan pesantren.
Di sela kegiatan, Achmad Sholeh menegaskan bahwa haul bukan sekadar tradisi mengenang jasa para ulama, melainkan juga momentum memperkuat nilai persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Menurutnya, nilai-nilai luhur yang diwariskan para mursyid, seperti keikhlasan, akhlak mulia, persaudaraan, dan pengabdian kepada umat, harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh Dr. K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy yang mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat keimanan, memperbanyak zikir, menjaga adab kepada guru dan orang tua, serta mempererat persatuan umat di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk para ulama, bangsa dan negara, serta masyarakat Kabupaten Ketapang agar senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemajuan.
Melalui pelaksanaan Pengajian Umum dan Haul Akbar Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah ini, terbangun sinergi yang semakin erat antara DPRD Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Ketapang, Forkopimda, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, memperkuat ukhuwah, serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang seimbang antara kemajuan fisik, moral, dan spiritual.
Humas DPRD Ketapang