Ketapang, 1 November 2025 — Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, H. Achmad Sholeh, ST., M.Sos., mendorong aparatur desa untuk adaptif dan aktif memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di era digital. Ajakan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa bertajuk Satu Desa Satu Jurnalis (SDSJ) di Ketapang.
Program yang digagas APDESI Kabupaten Ketapang dan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ini diikuti ratusan aparatur desa. Selama dua hari, peserta menerima materi seputar penulisan berita, komunikasi publik, dan pemanfaatan media digital sebagai sarana transparansi serta promosi potensi desa.
Dalam sambutannya, Achmad Sholeh menekankan perlunya aparatur desa memahami keterampilan jurnalistik untuk menjawab tantangan zaman yang semakin digital. Menurutnya, desa menjadi ujung tombak pelayanan publik sekaligus representasi pembangunan daerah, sehingga kemampuan menyampaikan informasi secara tepat sangat penting.
“Kita memasuki era di mana desa tidak hanya menjadi pusat layanan, tetapi juga pusat informasi. Melalui Satu Desa Satu Jurnalis, kita ingin aparatur desa mampu menulis, mendokumentasikan kegiatan, mengelola media sosial, dan menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat,” ujar Achmad Sholeh.
Ia menjelaskan bahwa keterbukaan informasi harus diwujudkan secara nyata, bukan sebatas formalitas seperti menempelkan laporan di papan pengumuman desa. Dengan adanya jurnalis desa, publik dapat memperoleh informasi akurat dan terkini mengenai pembangunan dan penggunaan anggaran desa.
Achmad Sholeh juga menyinggung situasi fiskal daerah yang tengah tertekan akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat hingga sekitar Rp500 miliar. Meski begitu, ia menegaskan sinergi dan semangat gotong royong antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa harus terus diperkuat.
“Kondisi anggaran sedang berat. Tapi dengan kebersamaan dan inovasi, saya yakin roda pemerintahan tetap bergerak. Program seperti ini adalah bagian dari upaya membangun desa yang maju dan masyarakat yang cerdas informasi,” katanya.
Ketua DPRD juga mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi yang kerap disertai hoaks.
“Gunakan media sosial secara bijak. Jadikan platform digital sebagai sarana edukasi dan promosi desa, bukan untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” pesannya kepada peserta.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianti, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Ketapang dan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur desa adalah investasi penting bagi kemajuan daerah.
“Kemajuan Ketapang dimulai dari desa. Aparatur yang melek digital dan terampil mengelola informasi adalah kunci mewujudkan pemerintahan modern yang transparan dan responsif,” ujarnya.
Pelatihan Satu Desa Satu Jurnalis menghadirkan pemateri dari kalangan jurnalis senior dan praktisi komunikasi digital. Peserta mendapatkan materi teknis mulai dari penulisan berita, fotografi, pengelolaan konten media sosial, hingga strategi membangun citra positif desa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah daerah dan DPRD berharap lahir aparatur desa yang profesional, kreatif, dan memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat sehingga mampu membawa nama desa — dan Ketapang — lebih dikenal secara luas.
Humas DPRD Ketapang