KETAPANG Senin 17 Agustus 2026 — Ketua DPRD Kabupaten Ketapang H. Achmad Sholeh, ST., M.Sos., bersama Wakil Ketua DPRD Mateus Yudi, S.E., M.Si., dan sejumlah anggota DPRD menghadiri malam penutupan Kejuaraan Menyumpit Patih Jagapati Cup 2026 sekaligus perayaan HUT ke-3 Sanggar Kepatihan.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan berlangsung meriah. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., Wakil Bupati Ketapang Jamhuri, Amir, S.H., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si., Ketua KORMI Kabupaten Ketapang yang juga anggota DPRD Julvan Teruna, S.H., Sekretaris Komisi II DPRD Ketapang Erpuat, tokoh masyarakat, tokoh adat, panitia, peserta serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua KORMI Kabupaten Ketapang Julvan Teruna, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan menyumpit dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan Sanggar Kepatihan.
Menurutnya, olahraga masyarakat dan permainan tradisional memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Kejuaraan menyumpit bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, menanamkan rasa nasionalisme serta kecintaan terhadap Tanah Air.
Bupati juga mengapresiasi keberadaan Sanggar Kepatihan yang selama tiga tahun telah menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, minat, seni dan budaya.
Ketua DPRD H. Achmad Sholeh menyampaikan apresiasi atas konsistensi Sanggar Kepatihan dalam melestarikan seni, budaya dan permainan tradisional di Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, keberadaan sanggar dan komunitas budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi.
“Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Sanggar dan komunitas seperti Sanggar Kepatihan menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” ujarnya.
Ia berharap momentum HUT ke-3 Sanggar Kepatihan dapat menjadi penyemangat untuk terus berkarya, berinovasi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan kebudayaan di Kabupaten Ketapang.
“Selamat ulang tahun ke-3 Sanggar Kepatihan. Semoga semakin maju, semakin kreatif dan terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, seni dan budaya,” tambahnya.
Malam penutupan Kejuaraan Menyumpit Patih Jagapati Cup 2026 sekaligus HUT ke-3 Sanggar Kepatihan berlangsung penuh kebersamaan dan kemeriahan. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga olahraga tradisional, seni dan budaya lokal Kabupaten Ketapang.