12 April 2026
12 April 2026
12 April 2026

APEL KESIAPAN BENCANA DI KETAPANG: SINERGI SEMUA PIHAK HADAPI ANCAMAN HIDROMETEOROLOGI

Ketapang — Musim hujan mulai datang, dan ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang kini menghantui berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Ketapang. Menyikapi hal itu, jajaran Forkopimda Ketapang bersama aparat TNI–Polri, instansi pemerintah, dan lembaga penanggulangan bencana menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, Rabu (5/11/2025) pagi, di halaman Mapolres Ketapang.
Apel yang dipimpin Wakapolres Ketapang Kompol Frits Orlando Siagian, S.I.K. itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, S.H., Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ketapang Mateus Yudi, S.E., M.Si., serta perwakilan Kejari, Kodim 1203/Ketapang, Lanal Ketapang, BPBD, Basarnas, Satpol PP, dan unsur Manggala Agni.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang biasanya meningkat di akhir tahun. Pasukan dari berbagai unsur—mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, hingga Manggala Agni—berdiri tegak di lapangan, siap menjalankan instruksi jika sewaktu-waktu bencana datang.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang dibacakan oleh Wakapolres Ketapang, disampaikan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengecekan nyata terhadap kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
“Seluruh pihak harus mampu bergerak cepat dan tepat dalam menanggapi setiap potensi bencana. Sinergi, koordinasi, dan kecepatan adalah kunci dalam menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerugian masyarakat,” tegas Kapolri dalam amanatnya.
Indonesia, lanjutnya, saat ini menempati peringkat ketiga negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia berdasarkan World Risk Index 2025. Sementara data BMKG memperkirakan puncak musim hujan akan berlangsung dari November hingga Januari 2026, dengan potensi meningkatnya curah hujan akibat fenomena La Niña.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Ketapang, Mateus Yudi, S.E., M.Si., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman bencana, terutama untuk daerah-daerah rawan di Ketapang.
“Kesiapsiagaan ini penting agar masyarakat tidak panik ketika bencana datang. DPRD tentu akan terus mendukung kebijakan dan anggaran yang memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah,” ujarnya.
Mateus juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan tanggap terhadap perubahan cuaca ekstrem. Menurutnya, mitigasi bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh warga.
Apel tanggap darurat ini melibatkan berbagai pasukan siaga, mulai dari Kodim 1203/Ketapang, Lanal Ketapang, Brimob, Polres Ketapang, BPBD, Satpol PP, Manggala Agni, hingga Basarnas. Berbagai peralatan pendukung seperti kendaraan evakuasi, perlengkapan SAR, hingga alat komunikasi juga turut diperiksa.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 08.30 WIB itu berjalan tertib dan lancar. Para peserta apel tampak antusias, menyadari bahwa kesiapsiagaan adalah benteng pertama dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana.
Seiring meningkatnya curah hujan di wilayah Ketapang, pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di sekitar bantaran sungai atau daerah perbukitan. Langkah-langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, dan memperhatikan informasi cuaca dari BMKG bisa membantu mengurangi dampak bencana.
Apel ini menjadi penanda bahwa Ketapang siap siaga menghadapi musim penghujan. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan keselamatan bersama di tengah ancaman bencana yang semakin kompleks.
“Negara harus selalu hadir untuk melindungi rakyatnya dari segala bahaya, termasuk bencana,” demikian pesan penutup yang disampaikan dalam apel tersebut.

Read Previous

DEKLARASI KOALISI WARTAWAN KETAPANG,DORONG PENGUATAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

Read Next

Bahas APBD Komisi II Gelar Rapat Kerja